Ji Hyun : Apa yang harus kulakukan? ia hampir menangis.
In Jung : Ayo turun!
Ji Hyun kaget, apa? In Jung berkata kita turun saja.
Lalu ketiganya turun dari mobil dan lari ke gedung tempat
pesta. Ji Hyun geli, ini seperti film saja.
Hak sepatu Ji Hyun lepas, ia mulai menangis lagi dan In Jung
memberikan sepatunya untuk Ji Hyun, pakai ini. Kau akan terlambat ke upacara.
In Jung rela lari tanpa sepatu.
Sementara Han Kang masih asyik kerja di kantornya. Ia seorang
arsitek dan sedang asyik menggambar design gedung.
Asisten-nya masuk membawa tuxedo. Han Kang mengeluh, kenapa
ia harus mengenakan itu.
Asisten-nya berkata, kalau Han Kang akan segera terlambat ke
upacara pertunangan, jadi anda harus bergegas.
Pesta pertunangan Kang Min Ho (Bae So Bin) dan Shin Ji Hyun
sudah dimulai dan thank God, Ji Hyun sampai tepat waktu.
Mereka saling bertukar cincin dan memberi hormat. Kedua orang
tua terlihat bahagia.
Teman2 Ji Hyun juga terlihat lega. In Jung gelisah karena ia
memakai sepatu yang kekecilan dan Ji Hyun kelihatan merasa bersalah.
Lalu ayah Ji Hyun mulai pidato dan berkata kalau ia minta
maaf karena pertunangan putrinya dilangsungkan besar2an, di tengah masa susah,
tapi ..
belum selesai bicara, Han Kang masuk dan membuat ayah Ji Hyun
terhenti.
Han Kang membungkuk minta maaf dan Ji Hyun memainkan kukunya
(sepertinya ini kebiasaan Ji Hyun).
Ayah Ji Hyun melanjutkan, ini karena ia memberikan Min Ho
proyek yang besar dan ingin calon menantunya itu segera menyelesaikan proyek,
lalu menikah. Cuma mereka tidak tahu berapa lama proyek itu, makanya tunangan
dulu.
Setelah upacara selesai, Min Ho dan Ji Hyun menemui para
tamu. Min Ho menegur Han Kang, kenapa datang setelah upacara selesai.
Han Kang tanya apa dia bisa pergi sekarang.
Ji Hyun kesal, bagaimana bisa pergi duluan, padahal datang
belakangan.
Han Kang memberi selamat pada Min Ho dan tidak menggubris Ji
Hyun. Lalu Min Ho harus menemui ayah Ji Hyun dan minta Han Kang memegang tangan
Ji Hyun, karena Ji Hyun repot sekali dengan gaunnya dan perlu bantuan.
Tapi Han Kang berkata bagaimana ia bisa memegang tangan
tunangan orang lain.
Ji Hyun jalan pergi dan berkata kalau ia juga tidak ingin
tangannya dipegang Han Kang.
Han Kang memandang Ji Hyun yang menjauh dan tersenyum pada
teman2nya. Yeah..ada cinta tersembunyi disini ..Han Kang jelas suka dengan Ji
Hyun.
Min Ho menceritakan tentang Han Kang pada ayah Ji Hyun, aku
mengenalnya ketika mengambil MBA. Selera konstruksinya sangat unik dan
mengagumkan. Aku ingin memberikan tanggung jawab padanya.
Tapi ayah Ji Hyun tidak yakin dengan pengalaman Han Kang.
Min Ho meyakinkan ayah Ji Hyun, kalau Han Kang bagus dan
bahkan ia mendapatkan penghargaan tentang kontruksi yang melindungi lingkungan
dari universitasnya.
Kemudian kita dipertemukan dengan Sang Ratu :) maksudku Song
Yi Kyung. Duduk makan mie instant sendirian dalam apartemen-nya yang kumuh di
pinggir kota. Sorot matanya sama sekali tidak memancarkan semangat hidup.
Yi Kyung keluar dari apartemen-nya dan jalan kaki ke toko
serba ada kecil, ia bekerja sebagai kasir paruh waktu disitu. Tapi sama saja,
Yi Kyung hanya duduk dengan tatapan kosong.
Ada seorang pria yang membeli rokok, Yi Kyung melihat pria
itu dengan menerawang, padahal sepertinya pria itu ingin kenalan dengan Yi
Kyung.
Tapi Yi Kyung hanya mengambilkan rokok, menerima 1000 Won dan
tidak mempedulikan-nya lagi.
Ayah Ji Hyun pulang ke rumah, ia mabuk. Sepertinya ia senang
sekali dan banyak minum dengan teman2nya.
Ayah Ji Hyun masuk ke kamar putrinya, memandangi Ji Hyun dan
menepuk kepalanya. Jelas Ji Hyun adalah kesayangan ayahnya.
Paginya, Ayah Ji hyun memanggil Min Ho dan Ji Hyun. Ia ingin
keduanya segera menikah.
Min Ho kaget : Presiden, kami baru saja bertunangan kemarin.
Ayah Ji Hyun : Jadi kau tidak mau menikahi Ji Hyun?
Min Ho : Anda tahu itu tidak mungkin terjadi.
Ayah Ji Hyun ingin mereka menikah segera. Ji Hyun mengeluh,
bagaimana bisa, ada banyak sekali yang harus disiapkan!
Malamnya, Ji Hyun mengeluh pada ibunya, kenapa harus cepat2
menikah.
Ibunya berkata kalau Ayah ingin agar Min Ho segera masuk ke
dalam keluarga, agar bisnis resort pantai mereka segera dikerjakan.
Ji Hyun : Apa ayah ingin kami segera menikah karena urusan
perusahaan?
Ibunya menghibur, bagi ayahmu, kau yang pertama, lalu aku dan
yang ketiga adalah perusahaan, apa kau tidak tahu itu?
Ji Hyun berkata, ia tahu. Tapi kak Min Ho jadi terkejut
karena perubahan mendadak ini.
Ji Hyun pergi ke butik baju pengantin dan tiba2 seorang pria
menunggunya dengan buket mawar pink. Ternyata itu Kang Min Ho.
Min Ho berkata, karena Ayah, aku tidak harus melamar dan
menentukan tanggal pernikahan. Jadi aku merasa bersalah.
Ji Hyun : Melamar?
Lalu Min Ho berlutut dan mengulurkan mawar untuk melamar Ji
Hyun. Ji Hyun menerima lamaran Min Ho dengan geli tapi bahagia.
Mereka pergi ke sebuah cafe, namanya HEAVEN. Sepertinya milik
Han Kang/atau join dengan Min Ho, karena semua teman mereka ada di situ. Dan
koki juga tahu persis kesukaan Ji Hyun (dari Han Kang, of course)
Mereka mengadakan makan malam untuk merayakan pernikahan
mereka.
Ji Hyun sudah kelaparan dan mengeluh karena tidak ada makanan
di meja. Min Ho memutar kepala Ji Hyun untuk menunjukkan seporsi pasta yang
dibuat spesial untuknya. Ji Hyun tersenyum senang.
Han Kang mengingatkan koki tentang pasta kesukaan Ji Hyun.
Sepertinya Ji Hyun suka pastanya banyak bawangnya. Cepat sajikan.
Ji Hyun makan pastanya dengan lahap. Min Ho memandanginya
dengan tersenyum.
Park Seo Woo tanya, apa Min Ho tahu, saat ia menyelamatkan Ji
Hyun dihari itu kalau ia akan menikah dengan gadis yang makan-nya banyak
sekali?
Ji Hyun : Hari dimana aku hampir kena serangan jantung
(cardioplegia = jantung hampir berhenti karena udara yang sangat dingin.)
Lalu flashback,
Ji Hyun dan In Jung pergi mendaki gunung berdua saja. Hari
itu awalnya cerah, tapi saat mereka makan siang di gunung, tiba2 langit gelap
dan turun hujan lebat.
Keduanya segera turun gunung, dan terpisah.
Ji Hyun tersesat sendirian. Ia menangis ketakutan dan
kedinginan. Tiba-tiba Min Ho datang, ia menggendong Ji Hyun di punggungnya dan
membawanya ke pos, Min Ho juga memanggilkan taksi dan ambulance untuk Ji Hyun.
Min Ho berkata kalau sebenarnya ia ingin pergi dengan Ji
Hyun, tapi ia ada meeting besok.
Kembali ke masa kini, Ji Hyun berkata, bukankah itu seperti
film? saat ia menggendongku turun, aku sempat berpikir, dia manusia atau hantu.
In Jung terlihat tidak tenang dan Ji Hyun tanya, jadi kau
masih merasa bersalah, huh? Karena kau, aku hampir mati.
In Jung : Kau bukan orang yang akan mati dengan mudah seperti
itu.
Ji Hyun merangkul lengan Min Ho, kalau bukan karena kak Min
Ho, aku pasti sudah mati dan keduanya tersenyum. Rekan2 Ji Hyun terlihat
kenyang dengan cerita tentang pertemua pertama mereka.
Apalagi Han Kang haha...(makan ati dia ..)
Malam itu, In Jung dan Seo Woo menginap di rumah Ji Hyun. Ji
Hyun mencoba gaun pengantinnya sambil minum anggur. Hampir saja anggurnya
tumpah ke gaun.
Ji Hyun menyarankan kedua temannya juga mengenakan baju
pengamtin ini saat mereka menikah nanti.
In Jung melihat ke arah kamar yang ternyata dulu ia pakai. Ji
Hyun akan mengubah kamar itu jadi ruang belajar setelah ia menikah nanti.
Lalu ada sms dari Min Ho, sudah waktunya tidur.
Seo Woo heran, bagaimana Min Ho bisa tahu kalau Ji Hyun belum
tidur, seperti hantu saja.
Ji Hyun berkata tidak ada yang tidak diketahui Min Ho tentang
dirinya. Ji Hyun membalas sms Min Ho.
Berbanding terbalik dengan kondisi ketiga gadis itu yang ada
di tempat aman, hangat dan nyaman.
Yi Kyung harus mengepel lantai toko pukul 03.40 pagi.
Tiba-tiba, dua orang perampok masuk dan mengancam Yi Kyung.
Mereka merusak CCTV dan ingin uang. Yi Kyung meraih cash
register, tapi pria itu berkata kalau ia sudah tahu kalau uangnya tidak disitu.
Ia ingin tas yang penuh uang.
Pria itu mengacungkan pisau ke pinggang Yi Kyung. Tapi Yi
Kyung tidak terlihat takut sedikitpun, ia justru menolak menyerahkan uang.
Perampok yang lain mendatangi keduanya dan memukul Yi Kyung,
sampai berdarah. Kau mau mati ya!
Yi Kyung dengan tenang : Ayo, tusuk aku.
Kemudian Polisi datang.
Di kantor polisi, Yi Kyung duduk di samping dua rampok itu.
Polisi itu tidak habis pikir, bagaimana Yi Kyung bisa
menghadapi dua orang rampok tanpa takut, kenapa dia tidak memberikan saja
uangnya saat pria itu mengeluarkan pisau.
Yi Kyung tetap diam saja. Polisi hanya menggelengkan kepala.
Yi Kyung jalan keluar dari kantor Polisi dengan wajah memar.
Tanpa emosi sedikitpun.
Min Ho dan Han Kang sarapan bersama setelah kerja semalaman.
Min Ho memberikan beberapa instruksi pada Han kang tentang
proyek dan Han Kang berkata jika Min HoTapi Han Kang tidak ingin menjelaskan
dan berkata, pendamping pria itu, apa aku harus melakukannya?
Min Ho berkata tidak perlu, ini karena Ji Hyun masih memegang
tradisi, kau tahu.
Min Ho lalu tanya, bukankah tujuan Han Kang ke Korea untuk
mencari seorang wanita, mengapa kau tidak dapat menemukannya? Kau perlu
bantuanku?
Han Kang berkata Min Ho tidak perlu melakukannya.
Bisa dipastikan kalau sebenarnya wanita yang dicari Han Kang
adalah Ji Hyun yeah, yeah..
Ji Hyun dan kedua temannya sampai di toko roti (ini Paris
Baguette-nya Kim Tak Goo), ternyata Han Kang disitu juga. Han Kang menghindari
Ji Hyun.
Ji Hyun melihatnya dan mengejarnya, kami ingin mendapat
ucapan selamat dari teman terdekat kami di pesta pernikahan. Dan kau adalah
adik paling istimewa dari kak Min Ho dan juga temanku.
Han Kang : Aku bukan temanmu.
Ji Hyun : kenapa kau bukan temanku? kita satu sekolah.
Han Kang : Kita hanya sekelas selama beberapa bulan, dan itu
bukan teman tapi teman sekelas. Meskipun aku temanmu, aku tidak mau menjdi
pendamping pria.
Ji Hyun : Kenapa kau tidak mau?
Han Kang berkata ia sudah bilang ke Min Ho kalau tidak mau
dan Ji Hyun pergi saja.
Ji Hyun : Apa kau masih marah atas apa yang terjadi dulu?
bagaimana seorang pria bisa menyimpan kekesalan begitu lama.
Sedangkan Ji Hyun sudah melupakan semuanya. Seharusnya aku
yang marah.
Han Kang : Kau masih sama saja, ya, aku tidak mau
melakukannya karena kau.
Ji Hyun : Apa kau kasar sepanjang hidupmu?
Han Kang : Benar. Setelah menikah, aku akan memperlakukanmu
sebagai kakak ipar.
Ji Hyun memainkan jarinya lagi. Han Kang jalan pergi tapi
menoleh lagi memandang punggung Ji Hyun.
Ji Hyun kembali ke teman2nya, mereka tahu, Han Kang tidak
akan melakukannya kan?
Ji Hyun : Dia memang brengsek. Bagaimana ia bisa seperti itu
padahal ia adalah teman.
In Jung dan Seo Woo tahu kalau Han Kang tidak menganggap Ji
Hyun sebagai teman, apa kau tidak ingat kalian sangat kikuk selama beberapa
bulan.
Ji Hyun berkata, kalau pernah jadi teman, dia adalah teman.
Jika ia tidak menyukaiku, aku tetap menyukainya.
Seo Woo tidak mengerti, biasanya jika orang tidak menyukaiku,
aku juga tidak menyukainya. Itulah manusia, kenapa kau tidak?
Ji Hyun berkata : Ya memang seperti itu.
Ji Hyun berkata kalian akan terlambat kerja dan aku sibuk
hari ini, maka Ji Hyun mengambil tas isi roti dan berkata akan membayarnya
nanti.
Ji Hyun menemui Min Ho, ia tanya apa tidak masalah kalau Han
Kang tidak jadi pendamping prianya.
Min Ho menjelaskan kalau Han Kang tidak suka ada di tengah
orang-orang, jadi apa menurutmu ia suka berdiri di depan banyak orang? Dia
memang seperti itu selama di Amerika.
Ji Hyun susah percaya kalau Han kang sangat memikirkan apa
yang dipikirkan orang lain. Min Ho berkata kalau Han Kang tidak
memperlihatkannya tapi ia pernah terluka.
Min Ho bertemu Ayah Ji Hyun dan membicarakan bisnis, Ternyata
In Jung bekerja sebagai sekretaris Ayah Ji Hyun.
Ji Hyun pergi ke butik dan memilih gaun untuk pendamping
wanita, ini cantik untuk In Jung. Lalu Ji Hyun masuk ke mobilnya dan pergi.
Yi Kyung masih tetap muram. Ia memandang kalender, tgl 15
Maret 2006 dilingkari dengan tinta merah. Yi Kyung menarik laci dan
mengeluarkan baju warna hitam.
Yi Kyung naik bis sambil memegang bunga mawar dan turun di
pinggir jalan raya. Seorang pria mengikutinya.
Sang penjemput naik motornya dan berhenti di satu tempat, ia
melewati Yi Kyung.
Penjemput melihat foto seorang pria dari ponselnya dan
berkata masih 5 menit lagi, lalu ia menunggu.
Yi Kyung sampai di satu titik. Ia berlutut, lalu membayangkan
beberapa tahun lalu,
ia juga duduk seperti itu dengan gambar kapur di depannya.
Seorang pria pernah kecelakaan dan mati di situ, sepertinya
pria itu pacar Yi Kyung. Yi Kyung berdiri dan lari ke tengah jalan.
Yi Kyung ingin bunuh diri. Tiba-tiba seorang pria
menyelamatkannya dan segera menariknya ke pinggir. Yi Kyung pingsan, mungkin
karena syok.
Tapi Yi Kyung sama sekali tidak menyadari kalau apa yang ia
lakukan membuat tabrakan beruntun.
Kejadian ini membuat terkejut Si Penjemput.
Awalnya Ji Hyun tidak terlibat dalam kecelakaan itu, tapi
ketika sebuah motor oleng dan motornya jatuh. Ji Hyun tidak bisa menghindari
tabrakan dan ia menabrak truk yang berhenti.
Tubuh Ji Hyun terlempar dari kaca depan dan jatuh ke aspal.
Seorang pria mengeluarkan kepala dari mobilnya dan pria ini
yang sudah ditunggu Si penjemput. Dia melihat ke ponselnya dan terlihat kesal
karena pria itu tidak mati tepat waktu, lalu pria itu kena serangan jantung.
Ji Hyun masih di aspal dan ia perlahan membuka matanya.
Ji Hyun berdiri dan memeriksa tubuhnya, aku tidak luka? Lalu
ia melihat kerumunan orang di dekat mobilnya. Nona, nona..
Ji Hyun heran dan mendekat, ia syok. Itu dirinya ada dalam
mobil dan terluka parah di bagian kepala.
Ji Hyun ingin lebih mendekat dan ia mendorong seseorang, tapi
tangannya menembus orang itu, oh tidak..
Ji Hyun melihat Si Penjemput, yang sedang bicara di
ponselnya. Pria itu melihat ke arah Ji Hyun.
Ji Hyun mencoba memanggilnya. Lalu tubuhnya dimasukkan ke
ambulance. Ji Hyun melihat ke arah Penjemput tapi pria itu hilang.
Akhirnya Ji Hyun ikut naik ke dalam ambulance.
Di dalam ambulance, petugas berusaha menyadarkan Ji Hyun.
Ji Hyun melihat itu lalu ia menangis, Ayah bagaimana ini?
Pria yang menyelamatkan Yi Kyung adalah pelanggan di tokonya
yang sering beli rokok.
Yi Kyung sadar, dan pria itu sudah pergi. Yi Kyung melihat Ji
Hyun yang terbaring di seberangnya, Yi Kyung ingat kalau ia mencoba bunuh diri
dan Yi Kyung terlihat semakin depresi.
Ayah Ji Hyun dan Min Ho bergegas datang dan mencari Ji Hyun.
Putriku, namanya Shin Ji Hyun.
Ji Hyun melihat ayahnya, Ayah! Keduanya seperti melihat Ji
Hyun tapi mereka lari menembus Ji Hyun.
Ji Hyun teriak dan jatuh ke lantai.
Ayahnya dan Min Ho tampak terpukul dan melihat ke arah tubuh
Ji Hyun yang terbaring tidak sadar.
Tubuh Ji Hyun segera dilarikan ke ruang operasi. Ayah dan Min
Ho menunggu dengan tegang.
Ji Hyun berusaha teriak agar mereka mendengar, tapi tetap
saja keduanya tidak mendengar.
Ji Hyun mengangkat tangan dan berusaha memegang ayahnya, tapi
ada pemisah antara dunianya dan dunia manusia.
Yi Kyung melihat mereka dan melepaskan infus, ia jalan pergi.
Ji Hyun sedih melihat Ayah, Ibu, dan Min Ho tampak terpukul.
Lalu ia melihat Penjemput. Ji Hyun ingat kalau pria itu bisa melihatnya dan
lari mengejarnya.
Yi Kyung jalan dan tidak sadar kalau sudah dilewati oleh
Penjemput.
Ji Hyun ternyata tidak bisa menembus pintu, jadi ia menunggu
sampai ada yang membuka pintu dan masuk ke dalam dimana Penjemput berada.
Penjemput berdiri di samping tempat tidur seorang pria yang
kena serangan jantung. Ji Hyun mendekati Penjemput. Apa kau tahu aku? Apa kau
melihat aku tadi?
Penjemput teriak : Ya, Shin Ji Hyun, kenapa kau tidak
memperhatikan kalau menyetir!
Pria itu meninggal dunia, rohnya keluar dari tubuhnya dan
Penjemput membungkuk memberi hormat, anda sudah melakukan yang baik selama
ini.
Ayo.Pria : Kemana?
Penjemput : Ikut aku.
Lalu ia membuka lift ke alam baka dan pria itu jalan masuk.
Penjemput lalu membungkuk sekali lagi.
Pria itu tampak tenang rohnya.
Ji Hyun kaget, kau siapa? Lalu Penjemput minta Ji Hyun
mengikutinya. Ji Hyun menoleh sekali lagi dan Lift Alam Baka menghilang.
Ji Hyun lari mengikuti Penjemput. Ia dibawa di atap gedung.
Ji Hyun tanya, kau siapa? Malaikat Kematian?
Penjemput berkata kalau sebutan itu kuno, di jaman modern
ini, bagaimana Ji Hyun bisa menggunakan sebutan itu, aku ini pengatur
jadwal/Scheduler. Kita sebut Scheduler saja ya untuk seterusnya haha ...
Scheduler : Seorang manusia dilahirkan untuk sejumlah waktu
tertentu, ada alasan untuk waktu itu tapi aku akan menjelaskannya nanti. Dan
pekerjaanku sebagai pengatur jadwal adalah menjemput orang itu kalau waktunya
habis.
Ji Hyun berkeras, itu yang dilakukan malaikat maut.
Scheduler jadi tersinggung dan berkata kalau ia adalah
pengatur jadwal.
Ji Hyun teriak : Tidak peduli, artinya aku sudah mati!
Scheduler : Benar, kau sudah mati.
Ji hyun tanya apa dia datang untuk menjemputnya dan karena
itu ia tahu nama Ji Hyun.
Scheduler berkata bukan itu, orang yang ia tunggu adalah pria
tadi. Seharusnya ia mati karena serangan jantung saat menyetir, tapi karena
kecelakaan ini, serangan jantungnya datang belakangan dan jadwalnya kacau.
Ji Hyun : Lalu kenapa aku seperti ini? mengapa tidak ada yang
datang menjemputku?
Scheduler : Karena kau tidak dijadwalkan mati hari ini.
Ji Hyun kaget, aku tidak dijadwalkan mati hari ini?
Scheduler menjelaskan, kadang di kasus2 tertentu, ada yang
membuat masalah, seperti hari ini. Ada yang mencoba bunuh diri, mengapa mereka
tidak menunggu giliran mereka. Mereka akan mati kalau sudah waktunya.
Ji Hyun teriak, bagaimana sesuatu seperti itu bisa terjadi?
Scheduler kaget karena teriakan Ji Hyun. Scheduler berkata ya
itu terjadi.
Ji Hyun jadi tenang dan berkata kalau Scheduler berbohong, Ji
Hyun melihatnya dan berkata bagaimana ada malaikat kematian yang seperti
kau?
Scheduler : Siapa bilang tidak ada Scheduler yang seperti
aku? Apa kau pernah ketemu orang yang mati dan hidup kembali? meskipun kau
ketemu mereka, mereka tidak akan bisa mengingat kami.
Ji Hyun yakin ia tidak mati, ia sedang dioperasi, aku lihat
sendiri, apa mungkin orang mati akan dioperasi?
Ji Hyun dan Scheduler melihat tubuh Ji Hyun dari balik kaca.
Semua keluarganya berkumpul dan teman2 Ji Hyun datang. Mereka syok dan
menangis.
Lalu Han Kang juga datang, jelas ia terlihat terpukul.
Kakinya reflek ingin mendekat ke arah Ji Hyun tapi ia menahan diri.
Dokter masuk. Ayah Ji Hyun langsung mendekat, Dokter berkata
kalau Ji Hyun koma.
Ibu Ji Hyun pingsan dan Ji Hyun mencoba lari mendekat ke
ibunya tapi Scheduler menahannya, kau tidak boleh ikut campur.
Ayah Ji Hyun : Dia sudah dioperasi, jadi kenapa?
Scheduler ke Ji Hyun, kau lihat, iya kan? Kalau operasi juga
tidak membantu.
Ji Hyun menangis.
Ji Hyun mengikuti Scheduler di lorong, sekarang apa yang akan
terjadi?
Scheduler minta Ji Hyun mengikutinya. Ji Hyun tidak mau, ia
ingat dengan lift Alam Baka itu, Ji Hyun tidak mau, lalu lari ke arah
berlawanan. tidak bisa mempercayainya, kau seharusnya menyerahkan proyek
pada orang lain.
Min Ho tanya kenapa Han kang tidak mulai membuka
perusahaan-nya sendiri, dengan semua bakatmu ini?Dan bertemu Scheduler lagi di
depannya.
Scheduler : Kenapa setiap orang selalu bereaksi sama, aku
sudah bilang kau tidak akan naik lift, kenapa kau lari?
Ji Hyun : Kau pikir aku percaya kebohongan ini?
Scheduler : Bohong hanya dilakukan oleh manusia. Apa aku
seperti manusia?
Ji Hyun membungkuk dan berkata, selamatkan aku.
Scheduler : Kau minta aku menyelamatkanmu? Kau tidak tahu
siapa aku? Ayo kita pergi.
Ji Hyun : Aku tidak butuh kau, siapa yang diatasmu?
Scheduler : Apa?
Ji Hyun : Kau bilang kau hanya pengatur jadwal, jadi
bagaimana aku bisa percaya kata-katamu. Pasti ada yang lebih tinggi posisinya
daripada kau, Tuhan atau Buddha atau siapa.
Scheduler : Benar, aku hanya pesuruh rendahan yang melakukan
apa yang Ia perintahkan. Tapi aku juga berkuasa disini, aku bertanggung jawab
disini.
Ji Hyun : Aku akan menikah dalam seminggu. Ayah dan Ibuku
hanya punya satu anak, aku. Tidak seharusnya mati dan membunuhku. Ini sangat
tidak adil.
Scheduler : Ketidakadilan dapat terjadi dimanapun. Untuk
orang sepertimu yang merasa ini tidak adil, aku tidak akan membuatmu masuk ke
lift dengan paksaan.
Ji Hyun : Kau sungguh-sungguh?
Scheduler menjelaskan ia sudah jadi Pengatur jadwal selama 5
tahun dan situasi seperti Ji Hyun ini terjadi 2 kali, jadi Ji Hyun yang ketiga.
Ji Hyun : Dua kali?
Scheduler : Saat kau tidak seharusnya mati tapi karena orang
lain melakukan kesalahan, maka kau kehilangan nyawamu. Di situasi seperti itu,
ada 2 solusi, kau harus memutuskannya.
Ji Hyun : Apa pilihannya?
Scheduler : Satu, menerima dan pindah ke hidup sesudah
kematian dan meninggalkan dunia ini.
Ji Hyun : Apa kau bercanda? itu artinya aku harus mati.
Scheduler : Satu orang memilih itu, jika tidak ada lagi
harapan di hidupnya, mereka memilih untuk masuk ke lift dengan sukarela.
Ji Hyun tanya lalu yang lain? Scheduler berkata mereka
mengambil pilihan kedua.
Ji Hyun : Apa pilihan keduanya?
Scheduler : Dalam 49 hari, temukan tiga orang yang
mencintaimu dengan tulus, Lalu kau bisa kembali.
Ji Hyun merasa itu gampang, karena ia tidak diminta mencari
30 orang, hanya 3 orang saja. Siapa di dunia ini yang tidak bisa menemukan 3
orang yang mencintai mereka?
Scheduler berkata tidak akan mudah, karena orang2 itu harus
menangis dan meneteskan air mata ketulusan.
Ji Hyun berkata, kau lihat tadi kan, orang tua dan temanku
menangis, itu lebih dari tiga.
Scheduler : Orang tua dan saudara tidak dihitung.
Ji Hyun ingin tahu, bagaimana ia tahu kalau itu air mata
ketulusan?
Scheduler menjelaskan dari warna air mata yang jatuh saat
memikirkan Ji Hyun. Bukan sembarang menangis.
Scheduler membawa Ji Hyun ke upacara pemakaman. Banyak yang
datang dan juga menangis. Ji Hyun heran mau apa kesini.
Scheduler minta Ji Hyun melihat baik2 warna air mata yang
keluar, ada yang warnanya ungu, hijau dll. Ada yang menangis untuk menghibur
dirinya karena ditinggal mati sahabatnya.
Ada yang memaksa air matanya keluar demi sopan santun. (Orang
Korea masih menentukan tingkat kesedihan dengan air mata yang keluar.)
Lalu ada yang menangis dengan tulus karena mencintai orang
yang meninggal itu, air matanya jatuh dan warnanya berkilauan seperti
berlian.
Ji Hyun : Yah, dia adalah saudara perempuan almarhumah.
Scheduler menunjuk, pria yang menangis di samping altar
adalah suami almarhumah tapi ia juga tidak menangis dengan tulus, pria itu
sudah mendapat banyak uang asuransi kematian istrinya dan meskipun sedih, pria
itu memikirkan jaminan-nya dan masa depannya sendiri.
Scheduler : Manusia benar-benar rumit.
Lalu Scheduler tanya, apa Ji Hyun akan mencari tiga tetes air
mata itu.
Ji Hyun dengan yakin berkata tentu saja, kenapa tidak. Dia
beda dari wanita yang sudah meninggal itu.
Scheduler tidak perlu penjelasan Ji Hyun, ayo, ikut aku.
Scheduler membawa Ji Hyun ke depan toko Yi Kyung. Ia mulai
membaca identitas Yi Kyung.
Nama, Song Yi Kyung. Usia 28 tahun.
Yatim piatu. Lulusan Universitas, berhenti dari pekerjaan-nya
di hotel setelah 2 tahun dan pengangguran selama setahun. Lalu ia mendapat
kerja paruh waktu di toko ini.
Ji Hyun mencoba mengingat dan minta Scheduler menulisnya,
tapi Scheduler cuek dan terus membaca. Kerja dari jam 2 dini hari sampai jam 9
pagi.
Ji Hyun tanya, apa dia harus meminjam tubuh wanita itu, ia
tidak suka. Rambutnya aneh dan bajunya juga.
Scheduler berkata ada alasannya mengapa harus Yi Kyung. Ada
hubungan antara mereka. Ji Hyun tidak tahu, apa itu?
Scheduler teriak lagi : Bagaimana kau bisa terlibat dalam
kecelakaan ini coba?!
Ji Hyun tidak ingat. Scheduler hanya berkata, terus saja
dengar, masih ada lagi.
Lalu Ji Hyun kembali ke RS, ia melihat ibunya diinfus karena
pingsan. Ayahnya syok, Min Ho dll.
Ji Hyun : Tunggulah aku beberapa minggu lagi, kak Min Ho
tunggulah aku. Karena aku akan kembali.
Yi Kyung pulang, ia jalan dan Ji Hyun sudah ada di dalam,
duduk diam di sudut.
Yi Kyung merebahkan diri karena kecapaian. Suara Scheduler
terdengar dan minta Ji Hyun menunggu sampai Yi Kyung tidur. Jangan takut.
Akhirnya Yi Kyung tertidur. Ji Hyun langsung mendekat dan
memasuki tubuh Yi Kyung.
Perlahan, Yi Kyung (yang didalamnya Ji Hyun) membuka matanya.
Samar2 ia melihat langit-langit kamar.
Ji Hyun-Kyung bangun dan merasakan tubuhnya, ia mulai
menyesuaikan diri dengan tubuh barunya. JH-Kyung menggerakkan jarinya seperti
kebiasaan Ji Hyun.
JH-Kyung melihat bayangan wajahnya di kaca, lalu mulai
mencoba mengeluarkan suara : Aku Shin Ji Hyun...aku Shin Ji Hyun
JH-Kyung memeluk dirinya sendiri dan tersenyum dengan lebar.
Sinopsis
49 Days
Begitulah Sinopsis 49 Days yang saya berikan
semoga menghibur anda. Untuk berikutnya Ben-articleakan memberikan
up date terbaru mengenai Sinopsis Drama Korea 49 Days. Dan
nantikan artikel menarik lainya, terima kasih telah membaca Sinopsis 49 Days.







0 komentar:
Posting Komentar